Home / Peristiwa / Abrasi pantai mengancam pesisir Galesong

Abrasi pantai mengancam pesisir Galesong

IMG-20171125-WA0014


LIPUTANPOLITIK.COM – Takalar – Musim pancaroba berganti. Musim kemarau segera beralih ke musim hujan, secara kasat mata tidak ada yang berubah kecuali tetesan air hujan dari langit.

Tapi tidak bagi warga pesisir Galesong Kabupaten Takalar. Musim hujan adalah bencana. Abrasi pantai menjadi ancaman serius bagi penhuni bibir pantai, curah hujan yang tinggi memperparah tingkat abrasi.

Sebagai contoh, sejumlah rumah di sepanjang pantai di Desa Aeng Batu-Batu, Kecamatan Galesong Utara, Takalar, Sulsel terancam amblas. jumat 24/11.

Pagar beton sebuah pembibitan udang yg sudah tidak beroperasi lagi tinggal menunggu waktu untuk roboh. Pasalnya tanah yang menjadi sandaran pondasi pagar beton tersebut sudah habis terkikis oleh terjangan ombak. Pembibitan tersebut terletak di Desa Sampulungan.
” ia hampir roboh mi itu pagar beton pembibitan udang ” ujar muhammad Hasbi warga Sampulungan.

Menurut warga, hantaman ombak setiap tahun terjadi, tapi tahun ini lebih parah. Warga mensinyalir abrasi ini terjadi karena efek penambangan pasir laut.

IMG-20171124-WA0093

” ia abrasi terjadi satu sampai dua meter di pesisir pantai Galesong. Padahal musim hujan baru di mulai ” ujar Ippang warga Galesong Utara.

Seperti diketahui penggalian pasir di laut Takalar di peruntukkan penimbunan 157,23 hektar CPI. Pengembang membutuhkan 22.627.480 meter kubik pasir dan tanah urugan. Selain dari laut, pasir juga dari daratan di Gowa dan Takalar. Boskalis Internasional Indonesia adalah pemenang tender proyek reklamasi Kawasan Centre Point of Indonesia (CPI) Makassar bersama konsultan supervisi PT Witteveen Bos Indonesia.

Penolakan penambangan pasir laut Galesong dari awal disuarakan oleh masyarakat pesisir. Karena di sinyalir melanggar UU Lingkungan Hidup.

Tokoh Masyarakat Galesong dan LSM bersama masyarakat berungkali memprotes keras penambangan pasir laut ini.
“Selama ini nelayan dilarang membom ikan, ancaman bisa penjara, untuk reklamasi, pasir laut diambil, padahal kerusakan ekosistem lebih besar dari mengebom,” ujar tomas yang namanya tak mau disebutkan./LP.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *