A huge collection of 3400+ free website templates JAR theme com WP themes and more at the biggest community-driven free web design site
Home / Politik / Capres RI Anis Matta adalah santri pesantren Gombara

Capres RI Anis Matta adalah santri pesantren Gombara

IMG-20180304-WA0042

LIPUTANPOLITIK.COM – Makassar –
Bakal Calon Presiden RI ke 8 HM Anis Matta Lc meenggelar kunjungan politiknya sejak beberapa hari lalu.

Setelah menyambangi Kalimantan Timur, giliran Makassar Sulsel yang disambangi. Kemarin berkeliling dan silaturrahmi di Bantaeng, Jeneponto, Takalar. Hari ini Ahad 4/3 menyambangi Pare Pare, mengunjungi pesantren yang pernah membesarkannya, di akhiri pengukuhan relawan Anis Matta se Sulsel di Tribun Karebosi Makassar.

IMG-20180304-WA0026

Anis Matta berkunjung ke pesantren Muhammadiyah Gombara Makassar, bernostalgia dan memohon doa restu dari guru guru yang pernah mendidiknya.

” saya nyantri beberapa tahun di pesantren, pesantren mendidik saya menjadi pribadi yang mandiri. Saya juga anak pesantren “ungkapnya.

BIOGRAFI SINGKAT ANIS MATTA

Pria bernama lengkap Muhammad Anis Matta, Lc, ini sangat mencintai buku. Hobi membaca sudah dilakoninya sejak kecil. Pada musim liburan sekolah misalnya, jika anak-anak seusianya asyik bermain, pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan ini justru lebih suka menghabiskan waktunya dari pagi hingga malam dengan membaca.

Kecerdasan dan keluasan ilmunya patut diacungi jempol. Dia pernah menjadi dosen di fakultas ekonomi UI dan seringkali mengisi seminar berbagai tema baik di dalam maupun luar negeri. Kegiatan ini lebih banyak dia lakoni sebelum dia berpartai. Dalam salah satu bukunya, Mencari Pahlawan Indonesia, bahwa ketika harus memilih diantara satu, maka pilihlah keberanian tanpa senjata di medan perang, atau, kecerdasan tanpa pendidikan formal di medan pengetahuan, katanya. Setelah lulus dari LIPIA, sebenarnya dia sudah mengantongi beasiswa S2 di luar negeri. Namun melalui istikhorohnya, beasiswa itu tidak dia ambil. Ada hal yang lebih besar yang harus dia lakukan daripada “sekedar” kuliah S2 pikirnya waktu itu. Namun Anis Matta tetaplah Anis Matta yang cerdas. Bahkan dari sini kita jadi tahu bahwa kecerdasan logikanya tidak mampu mengalahkan kecerdasan hatinya. Salah seorang dosennya di LIPIA pernah berujar bahwa seandainya ada nilai yang lebih tinggi dari A+, maka nilai itu akan aku berikan untuk Anis. Dia pun sempat mengikuti pelatihan di LEMHANAS dan menjadi lulusan terbaik. Malahan setelah itu dia pun didaulat menjadi pengajar para jenderal di lembaga itu.

Anis terkenal sebagai seorang penulis buku-buku politik dan dakwah, tulisan-tulisannya banyak menjadi rujukan di kalangan aktivis dakwah kampus. Salah satu karyanya yang paling populer berjudul “Gelombang Ketiga Indonesia”. Buku itu antara lain membahas pemimpin yang didambakan negara, misi Indonesia agar menjadi Negara Sejahtera, dll.

Kiprahnya di panggung politik nasional dimulai ketika terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2004-2009. Mantan Anggota Majelis Hikmah PP Muhammadiyah itu sebelumnya menduduki kursi Sekretaris Jenderal PKS dua periode berturut-turut, yakni periode 2003-2005 dan 2005-2010.

Saat sebagai Wakil Ketua DPR RI, hal yang paling ia harapkan adalah adanya sumber daya infrastruktur yang kuat untuk percepatan pembangunan. Ia mengusulkan, infrastruktur itu dapat berupa perpustakaan, semacam perpustakaan Kongres Amerika Serikat. Dengan adanya perpustakaan, yang diimpikannya terbesar di dunia, maka anggota DPR tidak perlu lagi melakukan banyak studi banding ke luar negeri sehingga negara bisa menghemat pengeluaran negara.

Pada 1 Februari 2013, Anis resmi menjadi presiden PKS yang baru menggantikan Luthfi Hasan Ishaaq yang tersandung kasus suap impor daging. Dia terpilih atas hasil rapat maraton Dewan Pimpinan Tingkat Pusat di Lembang Jawa Barat serta di kantor DPP PKS, Jakarta. Ketika terpilih menjadi Presiden PKS, ia memutuskan untuk meninggalkan jabatannya sebagai Wakil Ketua DPR RI dan memilih untuk mengelola PKS. Keputusannya berbuah manis, di bawah kepemimpinan Anis Matta, PKS dapat tetap eksis dan melalui terpaan badai kala itu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *