A huge collection of 3400+ free website templates JAR theme com WP themes and more at the biggest community-driven free web design site
Home / Anis matta / Kepemimpinan Anis Matta (10)

Kepemimpinan Anis Matta (10)

Oleh: Erizal

Liputanpolituk.com,- Nasional. Anis Matta dan kawan-kawan menjadi tertuduh. Ia memakan uang panas pilkada. Banyak tak ketulungan. Usut punya usut larinya ke Hilmi Aminuddin. Ia dan kawan-kawan dalam hal ini Ahmad Riyaldi (Buya Irel) sebagai eksekutor menjadi pesakitan. Anehnya, setelah tahu uang lari ke mana, semua bungkam. Kabarnya DSP minta maaf ke Buya Irel, tapi isu uang panas berlanjut. Saking pentingnya permintaan maaf DSP itu, kabarnya Buya Irel mem-figura surat itu, agar awet.

H.M. Anis Matta
H.M. Anis Matta

Artinya, nama Anis Matta cs tak pernah dibersihkan. Jangankan dibersihkan, diklarifikasi pun tidak, malah menjadi-jadi. Isu gaya hidup terus dihembuskan malah sampai sekarang. Di situ Anis Matta merasa ada yang salah, tapi belum bisa diluruskan. Ada harapan nanti akan bisa lurus sendiri. Nyatanya tidak! Maka, pemilu 2009 Anis Matta membuat laporan keuangan secara resmi.

Ini juga tak membersihkan Anis Matta. Malah, makin memperburuk. Transparansi seperti mencoreng muka Hilmi Aminuddin. Inilah awal pecahnya dwi tunggal. Ditambah hembusan dari pihak-pihak yang tak senang dua orang ini bersatu. Datangnya dari mana saja. Dasarnya memang sudah tak suka, apa pun yang buruk, bukan diklarifikasi, tapi makin menambahi keyakinan buruk.

Ide & Gagasan Anis Matta
Ide & Gagasan Anis Matta

Tapi, tak semua berakhir buruk. Menanam padi tetaplah tumbuh padi, walau rumput tentu juga akan tumbuh. Tapi menanam rumput, padi tak akan pernah tumbuh. Mereka yang tahu jalan ceritanya, yang tak pernah suka Anis Matta, di masa depan menjadi suka. Bahwa ia seorang yang tulus, baik. Yang memang sudah tahu, makin suka. Di kemudian hari, menjadi pendukung Garbi.

Satu poin bisa dicatat bahwa tak mudah membawa PKS menjadi partai modern, terutama dalam hal keuangan. Anis Matta tak hanya gagal, bahkan menjadi pesakitan. Bertambah-tambah ketidaksukaan terhadap dirinya. Apalagi, ia bukan pengendali jalur informasi. Tim “amni” yang dibentuk bukan bekerja untuk dirinya. Ia ceritakan pun yang sebenarnya, kader tak akan percaya.

Pandangan Politik Dan Narasi Anis Matta
Pandangan Politik Dan Narasi Anis Matta

Sementara, serangan FKP makin gencar. Dari dalam, yang kebagian kue, atas nama Faksi Keadilan gencar membuat wacana sendiri dan tersebar luas di kalangan internal lewat bisik-bisik. Bisik-bisik Anis Matta cs bukan pemakan uang panas tak terwujud, bisik-bisik lain menggumpal. Para akademisi, PNS, seperti Sohibul Iman, mengambil bagian juga. Ia meninggalkan profesinya. Kue politik terlalu menarik ditinggalkan. Anak-anak muda yang sekolah juga mengintai dari jauh.

Sukses pemilu 2004, sukses juga pemilu 2009. PKS bahkan menjadi partai Islam terbesar di Indonesia. Harusnya Anis Matta naik, karena ia Ketua Pemenangan. Tapi ia yang tertinggal. Ia hanya kebagian Wakil Ketua DPR. Menteri diborong para senior. Presiden Partai, diberikan pada Luthfi Hasan Ishaaq. Ia loyalis Hilmi Aminuddin sejak lama. Anis Matta cuma tinggal nama saja.

Kesederhanaan Anis Matta
Kesederhanaan Anis Matta

Nama ada, tapi cuma sekadar simbol saja. Perlakuan terhadap Tifatul Sembiring mungkin juga Hidayat Nur Wahid, berlaku juga buat Anis Matta. Tentu ada bedanya. Tapi sepertinya yang macam-macam dengan Hilmi Aminuddin bakal tersingkir. Untung, Anis Matta punya kegemaran di dunia intelektual. Ia tak pernah kesepian. Ia menggali ilmu lewat lembaga yang dibuatnya, TFI (The Future Institute). AJM/RedLP.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *