A huge collection of 3400+ free website templates JAR theme com WP themes and more at the biggest community-driven free web design site
Home / Anis matta / Kepemimpinan Anis Matta (2)

Kepemimpinan Anis Matta (2)

FB_IMG_1550785797604

Kepemimpinan Anis Matta (2)

Oleh: Erizal

LIPUTANPOLITIK. COM
Saya mulai dari internal PKS. Saya termasuk yang heran dan bertanya kenapa Anis Matta tak melanjutkan kepemimpinannya? Bagaimanapun, ia hanya naik di jalan karena situasi internal yang di ujung tanduk. Presiden Partai kena OTT! Ia ditunjuk saat yang lain tertunduk. Tertunduk karena tak tahu apa yang mau dibuat? Ia sukses mengubah situasi, tapi saya tak berada dekat situ.

Itu semua rangkaian pembuatan kebijakan yang pas dan bagus. Bangkit dari keterpurukan yang dalam. Tak banyak yang bisa berdiri di depan dalam situasi seperti itu. Banyak yang orator, penulis, pemikir, termasuk administrator, tapi belum tentu bisa melakukannya. Hal itu punya seni tersendiri. Tapi sekali lagi, saya tak berada dekat situ saat itu, sehingga tak banyak bisa bercerita.

Entahlah, apakah itu kerugian atau keberuntungan? Kerugian karena berada di dekat Anis Matta justru di saat ia tak punya posisi apa-apa. Kata teman saya, saat koalisi pencapresan tengah seru-serunya, bila Anis Matta sedang pegang posisi, maka ia akan dilirik. Tapi itu cuma berandai-andai belaka. Keberuntungan justru karena saat tak berkuasa, itulah kepemimpinan seorang diuji.

Anis Matta bisa melewati. Tak terlihat bedanya. Malah kematangan makin muncul. Ia tak kehilangan wibawa dan rasa hormat sebagai orang biasa. Lambat-lambat, ia menikmati. Ke mana-mana tanpa pengawalan yang kaku dan berbelit. Tapi, tak seharusnya ia mengalami nasib begitu.

Harusnya, tradisinya lanjut. Itu yang terjadi saat Tifatul Sembiring menggantikan Hidayat Nur Wahid, lalu penuh pada periode 2005-2010. Tapi untuk Anis Matta stop. Ia dianggap sukses, tapi distop! Belakangan saya tahu bahwa di Mejelis Syuro pun permintaan lanjut itu ada dan kuat, tapi akhirnya tak berdaya. Anis Matta sendiri yang melerai. Ia turun dan berpidato teramat dalam.

Saya banyak dapat cerita soal ini. Cerita dari para pelaku, (sumber primer), yakni anggota Majelis Syuro sendiri. Bukan dari kaleng-kaleng. Kabarnya akan ada “Buku Putih” soal ini, yang dibuat berdasarkan kesaksian para pelaku dan rekaman yang bisa dipertanggungjawabkan. Sebab, seputar kejadian inilah yang banyak disesatkan, malah oleh orang yang sok tahunya minta ampun.

FB_IMG_15463124450370788

Tapi ini juga di antara bukti bagaimana seorang Anis Matta pas dan tepat dalam membuat kebijakan. Bayangkan, bila saat itu Anis Matta “memanfaatkan” situasi yang menguntungkannya. Jangankan memanfaatkan, mendiamkan saja, tak bersikap, sudah cukup membuat semua berantakan. Apalagi ia tahu bahwa ketidaksukaan pada dirinya telah berlangsung lama, saat ia sedang bekerja keras.

Anis Matta melihat lorong gelap. Sudah seharusnya ia turun. Yang tak menanam tak akan memetik apa-apa. Kini giliran orang yang tak banyak menanam, tapi memetik teramat banyak. Ia dikesankan korupsi uang partai, tapi pengorupsi menikmati kemuliaan. Ia dikesankan berlawanan dengan visi-misi partai, tapi yang lain lagi sibuk sekolah, dan mematut-matut diri sebagai pejabat.

Benar saja, belum lama rezim baru memerintah partai, kejanggalan terlihat di mana-mana. PKS seperti kehilangan pembuat kebijakan yang canggih. Jangankan buat eksternal, internal saja terasa mentah. Bagaimana bisa memecat Fahri Hamzah tak dihitung secara teliti? Seharusnya itu sudah ditakar jauh hari. Tapi, tidak! Penakar kebijakan itu sudah pergi. Terlihat bahwa selama ini ia menanam, bukan yang memetik seperti yang dikesankan..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *