A huge collection of 3400+ free website templates JAR theme com WP themes and more at the biggest community-driven free web design site
Home / Anis matta / Kepemimpinan Anis Matta (20)

Kepemimpinan Anis Matta (20)

Oleh: Erizal

Liputanpolitik.com,- Nasional. Masih dalam fase kedua, terkait penentuan pasangan calon pilkada DKI Jakarta, menarik juga diulas. Sebab efeknya juga sampai sekarang. Tiba-tiba saja, PKS melompat mengumumkan pasangan Sandi-Mardani. Tak hanya Sandi, Gerindra pun terkejut. Sebab sedang diprakarsai satu pasangan calon yang bisa mengalahkan Ahok yang diusung PDIP, Golkar, Hanura, dan NasDem.

Saat itu, muncul istilah koalisi kekeluargaan yang pada dasarnya adalah koalisi keumatan, tapi ada plusnya. Artinya, tak semua parpol Islam atau berbasis massa Islam. Tapi, koalisi itu tak kunjung mendapat kata sepakat, hingga PKS memecah koalisi itu dengan mengumumkan Sandi-Mardani sebagai pasangan calon. Pasca diumumkan, publik menanggapi dingin saja pasangan ini.

Parpol lain bukannya ketarik dengan pengumuman itu, justru berkumpul sendiri membuat koalisi baru yang diprakarsai Demokrat, PKB, dan PAN. Dengan mengusung, AHY-Sylvi. Maka, dua poros yang direncanakan menjadi tiga poros, akibat langkah yang diambil PKS. Tapi tak bisa dimungkiri, ada keinginan dari SBY untuk segera memunculkan anaknya sebagai pelanjut estafet.

Entah di mana masalahnya? Sandi-Mardani yang diumumkan lebih buru-buru dan dengan gegap-gempita, ternyata masuk angin. Dan entah angin siapa, dan apa yang masuk? Publik hanya diumumkan kemudian, pasangan Anies-Sandi. Wajar, publik bertanya, apa yang didapatkan PKS? Sebab, Anies bukanlah kader PKS. Sementara koalisi hanya dua parpol, yakni Gerindra dan PKS.

Tak terhindari soal mahar politik. Tapi, tentu dibantah. PKS mengedepankan tokoh-tokoh yang berkualitas. Ini kamuflase lagi. Mana ada itu yang menjadi utama bagi parpol-parpol Biasa, kalah lobi, alasan pembenaran dicari-cari. Sementara Gerindra sendiri menganggap Anies adalah mewaliki PKS. Dan memang, Anies kemudian mengisi acara internal PKS. Begitulah seharusnya.

Akibat gelombang umat serta drama politik yang panjang dan melelahkan, pilkada sendiri berlangsung dua putaran, pasangan Anies-Sandi keluar sebagai pemenang. Syukuran, pesta-pesta kemenangan secara sederhana, digelar di mana-mana. Tapi bagi PKS, terganjal suatu pertanyaan, siapa yang menang, siapa yang pesta? Sandi kader Gerindra, Anies apa telah menjadi kader PKS?

Saat itu pertanyaan itu tak perlu dijawab. Pesta-pesta kemenangan terlalu sayang dilewati. Efek electoral sangat nyata saat itu, tapi sayangnya pemilu masih sekitar dua tahun lagi. Apa pun masih bisa terjadi dan berubah drastis. Dan perubahan itu terjadi. Siapa yang menyangka jika Sandi ternyata mendampingi Prabowo sebagai cawapres. Dan kembali PKS termasuk yang mendukung.

Otomatis, kursi wakil gubernur DKI Jakarta kosong. Buat siapa? Kata Gerindra itu punya Gerindra karena Sandi kader Gerindra. PKS dianggap telah punya kursi gubernur Anies. PKS tak menerima karena Anies masih belum dan sepertinya sampai sekarang bukan kader PKS. Panjang juga perdebatan soal ini. Tarik-ulur, saling klaim, debat di ruang publik. Padahal, sesama koalisi.

Akhirnya Gerindra mengalah, meng-acc saja dua nama yang sudah disodorkan sejak awal oleh PKS. Yakni, Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu. Gerindra mengalah giliran ormas Forum Betawi Rempug (FBR) yang menolak dua nama itu. Sial benar. Jangan mentang-mentang pemilihan melalui DPRD masyarakat tak dilibatkan! Kira-kira begitu, protes FBR. Mereka tidak kenal dua nama itu.

Bagaimana hasilnya belum tahu? Menghadirkan anggota DPRD buat paripurna, bukanlah pekerjaan mudah. Sebab sebagian besar masih bertarung di dapilnya masing-masing. Dan kurang dari dua bulan lagi, pileg akan digelar.

Kosong melompong saja semua kebijakan yang dibuat itu. Hampir tak ada yang berbuah. Memang orang hanya memetik buah yang dia tanam sendiri. Yang tak menaman, mustahil memetik. Memetik juga, hati-hatilah! Bisa jadi itu racun, kata Anis Mata. AJM/RedLP.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *