Home / Anis matta / Kepemimpinan Anis Matta (6)

Kepemimpinan Anis Matta (6)

FB_IMG_1550785902547

Kepemimpinan Anis Matta (6)

Oleh: Erizal

LIPUTANPOLITIK. COM
Apakah Anis Matta betul-betul memiliki jawaban yang tuntas atas segala hal? Tentu tidak. Kalau sekadar jawaban seputar isu-isu yang terkait dengan dirinya dan seputar kebijakan internal, tentu ia punya. Dan itu yang saya bilang memuaskan dan tuntas. Tapi terkait visi-misi, perjalanan partai, situasi nasional dan global yang mengeras dan mencari bentuk, tentu ia juga terus mencari.

Satu masalah bisa dijawab, masalah lain yang lebih esensial belum, bagaimana? Mungkin itu alasan lain Anis Matta melenggang turun tanpa beban. Ia sering mengatakan kalau memimpin bukan merupakan solusi, buat apa? Ini bukan tentang dirinya, tentang menjaga wibawa, menjaga nama baik diri, dan lain-lain yang sejenis. Ini semata-mata tentang gerakan. Tentang masa depan.

Kalau kader PKS agak sedikit cerdas, sebetulnya isu-isu seputar diri Anis Matta, terjawab dengan sendirinya. Misalnya, soal agen susupan, bahkan agen Yahudi. Mana mungkin, agen mau tampil menjadi sorotan publik seperti itu? Agen tak punya pikiran jauh ke depan, lengkap dengan analisis strategis. Soal uang. Banyak yang lebih tertutup soal itu dan kader tak tahu. Dan lain-lain.

Tapi rezim baru PKS salah baca. Dikira inilah akhir dari segalanya. Kalau Anis Mata saja bertekuk-lutut, apalagi yang lain? Mulai bermanuver, bersih-bersih, singkirin ini-itu, pecat ini-itu, terlihat pecaya diri. Tak bisa dipungkiri, Fahri Hamzah membuyarkan segalanya. Akhirnya krisis mulai memperlihatkan bentuknya. Bukan murni soal dakwah, tapi memang, tetap berbalut dakwah.

FB_IMG_1548836825846

Itulah di antara yang kemudian melahirkan dauroh-dauroh (pelatihan-pelatihan). Masalah bukan selesai, mengecil, tapi menjadi-jadi, dan terus meluas. Orang mulai mencari, bertanya kiri-kanan. Makin lama makin ramai. Markas Anis Matta di Dukuh Patra tidak muat lagi menampung orang. Mengumpulkan dalam satu waktu dan tempat adalah solusi. Dimulailah dauroh-dauroh itu.

Tepatnya, sebetulnya, curah pikir. Kalau dauroh kesannya sudah ada materi yang lengkap. Ini belum. Masih berupa gagasan-gagasan besar. Menjawab tantangan di masa depan. Perjalanan sedang di mana? Bagaimana mencapai visi-misi? Koreksian-evaluasi, dan lain-lain. Bukan hanya dauroh menjawab isu-isu, gosip. “Gosip dibalas gosip, kasihan kader, “kata Anis Matta suatu kali.

Saya menjadi saksi materi-materi dalam dauroh itu, hari demi hari, mengalami pengayaan-pengayaan. Kerangka-kerangkanya makin kuat, isinya tiap kerangka itu, makin dalam dan padat. Kini bila dipresentasikan secara lengkap, utuh, saya yakin siapa pun kader PKS akan terpengaruh dan setuju dengan tema-tema yang dibahas. Secara intelektual, bukan kader pun, akan terpuaskan.

Apalagi mendengarkan presentasi dari Anis Matta soal Arah Baru Indonesia, full dua hari. Tak hanya terpengaruh, setuju, terpuaskan, tapi mungkin juga akan ternganga. Hehe. Oh ya, saya mau katakan bahwa judul Arah Baru Indonesia itu, ada jejak saya di situ. Bukan sombong, bukan sok-sok, tapi itu adalah bukti pencarian seorang Anis Matta yang begitu keras, gigih, dan terbuka.

Tapi, saya juga suka presentasi dari Mahfudz Siddiq. Powerpoint-nya bagus dan berkelas. Hanya dengan melihat powerpoint-nya kita mengerti sedang di mana kita dan tahu harus bagaimana setelah ini. Apalagi ditambah penjelasannya. Makin lengkap. Fahri Hamzah juga mantap. Tapi ia selalu tampil tangan kosong, tepatnya berpidato. Bagaimana pidato di publik, kurang lebih begitu juga.

Tapi, analisis-analisis Fahri Hamzah terhadap situasi kontemporer saat ini selalu baru dan segar. Istilahnya A1 semua. Kalau di publik saja ia begitu kuat, apalagi di ruang tertutup? Keluar semua jeroan-jeroan, peristiwa-peristiwa di belakang panggung. Wajar saja, jika rezim baru PKS belum pernah menang berhadapan dengannya. Ia terlalu mengetahui situasi secara lebih rinci dan mendalam. Tak hanya menyalahi hukum, rezim baru PKS juga lemah dalam lobi politik, grasa-grusu, dan informasi A1 itu..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *