Home / Anis matta / Kepemimpinan Anis Matta (7)

Kepemimpinan Anis Matta (7)

FB_IMG_1550785942415

Kepemimpinan Anis Matta (7)

Oleh: Erizal

LIPUTANPOLITIK. COM
Jadi apa pun, seperti kerjasama, jika itu bisa dikatakan kerjasama, antara PKS dan GNPF, atau juga FPI, menurut saya hanya pisau bermata dua saja. Di kemudian hari belum tahu, apakah akan baik-baik saja, atau bagaimana? Kalau kader-kader terbaiknya saja mudah dibuang, apalagi orang lain? Tapi jangan salah, tekanan dari GNPF atau FPI bisa lebih dahsyat, dari kader sendiri.

Kalau GNPF masih baru. Organ ini terbentuk dan terus menggeliat, karena kasus pilkada DKI, khususnya Ahok. Tapi kalau FPI, ia punya sejarahnya sendiri. Dibandingkan PKS, sesuatu yang sebetulnya kontras. Muhammaddiyah dan NU saja punya catatan atau ketegangan tersendiri dengan PKS. Apalagi FPI. Daya tekanan FPI akan berbahaya, jika ada satu yang nantinya terluka.

Maksud saya: kebetulan kini ada musuh bersama, tapi jika musuh bersamanya telah tamat, maka antar mereka lagi yang akan bermusuhan. Bukankah di PKS, kubu Anis Matta, juga musuh bersama? Jika Anis Matta sudah keluar, maka gerakan hantu itu akan mencari musuh baru. Fahri Hamzah itu berkonflik masih baik. Berkali-kali “dikibuli” masih saja percaya. Dipecat atau diusir lalu dibilang pengkhianat. Di atas angin, masih menenggang. Sama FPI begitu? “Kelar hidup lo.”

Selamat pemilu sekarang? Bisa jadi. Tapi itu hanya penundaan, delay. Seperti gelembung yang sewaktu-waktu bisa meletus, lalu sirna seperti serpihan-serpihan debu yang turun. Tak usah bangga dulu. Satu gerbong pergi, gerbong lainnya datang. Sebab, gerbong yang pindah itu sangat erat mencengkram, mengideologisasi. Tapi, siapa yang tahu takdir dari sebuah pergerakan Islam?

FB_IMG_1540190178395

Bila saya intip-intip, apa sebetulnya masalah internal PKS ini? Sebetulnya, ada tiga. Satu, manhaj (metode). Dua, struktur. Dan tiga, ini, tidak bisa tidak, memang ada soal pribadi. Manhaj, misalnya. Pengertian Islam dalam pandangan Hasan Al-Banna kalau mau diurut-urut, sebetulnya bagaimana Islam itu bisa mengelola negara? Bukan untuk umat Islam saja, tapi juga umat lain dan seluruh alam. Kira-kira, itulah pengertian Islam syamil-mutakamil yang dimaksud Al-Banna.

Artinya, Islam itu bisa diterapkan, diimplementasikan secara utuh jika ia sudah bernegara. Tapi, kan di situ letak masalahnya? Belum ada contoh dari penerapan Islam bernegara ini saat ini. Apakah Turki? Iran? Arab Saudi atau seluruh negara Arab di Timur Tengah? Rasa-rasanya, tidak! Ada harapan di Mesir saat Ikhwanul Muslimin menang, tapi itu bertahan cuma setahun, lalu sirna.

Inilah yang sering diistilahkan krisis manhaj. Yakni, manhaj yang ada belum mampu atau belum bisa menjelaskan bagaimana mengelola negara secara baik dan pas. Jangankan contohnya, manhajnya saja belum ada. Bahkan, mengelola masyarakat Islam saja, masih minim. Bagaimana sosiologi dari masyarkat Islam itu, sebenarnya? Kalau soal pribadi dan keluarga, rasanya lengkap.

Tentu saja saya tak bisa menjelaskannya. Anis Matta bisa. Pergulatannya atas pemikiran-pemikiran Islam klasik dan modern relatif lengkap. Apalagi saat ia menjelaskan saat di atas kapal menyusuri sungai Dunna, sungai yang melewati hampir sebagian negara di Eropa. Penjelasan itu terasa dekat, dan masuk akal. Indonesia sebagai negara demokrasi mayoritas berpenduduk Islam, bisa mempelopori. Anis Matta punya rute kearah itu. Ide 5 besar kekuatan dunia itu satu langkah.

Dua, struktur. Struktur ini ya mencakup organisasi, ya mencakup pimpinannya. Berbeda dengan partai lain, PKS tak didirikan satu orang atau satu tokoh berpengaruh. Ia juga tidak partai lama bersejarah atau berbasis ormas besar seperti Golkar, PPP, atau PKB dan PAN. Ada Majelis Syuro yang dipilih relatif demokratis. Tapi tiba-tiba saja, Ketua Majelis Syuronya jadi “formatur tunggal” yang bisa semaunya. Maunya kalau baik-baik saja, tak masalah. Kalau tak baik seperti pemecatan Fahri itu, siapa yang bisa mencegah? Malah Anggota Majelis Syuro pun tak berkutik..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *