Home / Anis matta / Kepemimpinan Anis Matta (8)

Kepemimpinan Anis Matta (8)

FB_IMG_1550785967339

Kepemimpinan Anis Matta (8)

Oleh: Erizal

LIPUTANPOLITIK. COM
Ada pula Anggota Majelis Syuro, dipanggil Badan Penegak Disiplin Organisasi (BPDO). Padahal, BPDO itu hanya Badan di bawah DPP. Pengurus DPP saja, hanya ditunjuk oleh Ketua Majelis Syuro (KMS). Dan KMS dipilih oleh AMS. Tapi AMS-nya seenaknya dipanggil BPDO. Ini kan struktur yang aneh? AMS tak boleh pula menyerap aspirasi kader. Lalu, buat apa dia ada?

Dari cara yang relatif demokratis, tiba-tiba saja menjadi seperti otoriter. Atau tak otoriter, tapi tak jelas mana kepala dan ekornya, kadang berganti-ganti. Ditambah pula kultur feodal yang masih kuat dan seperti sengaja dijaga. Bahwa pemimpin (qiyadah) itu pasti benar, tak bisa salah, apalagi dalam urusan dunia. Hanya boleh ditentang dalam urusan bermaksiat kepada Allah SWT.

Mana ada maksiat dalam politik? Apalagi secara terang-terangan. Kalau ada, habis main. Yang ada itu adalah intrik. Apa yang tak dikatakan sebagai bukan intrik, sebenarnya itulah intrik yang sebenarnya, dan itu paling berbahaya. Memang tak mudah membedakan antara doktrin dan intrik dalam struktur yang tak jelas, kacau-balau dan gelap. Semua dibuat seperti tak ada masalah.

Makin runyam bila pimpinan tersandera kasus-kasus. Menjadi mantan pejabat di republik ini, geli-geli sakit. Pada bagian tertentu, lebih banyak sakitnya. Sebab senangnya sudah dinikmati semua saat menjabat. Itu yang dikatakan Fahri Hamzah bahwa alasan pemecatannya karena takut suara kritisnya berefek pada pimpinan. “Lu yang bermasalah kok gue yang dipecat.” Itu tegas FH.

FB_IMG_1544313273120

Ini menandai ada krisis organisasi sekaligus pimpinan di PKS. Sebetulnya, sudah dimulai saat penangkapan LHI malam-malam di kantor PKS. Ini seperti runtuhnya gunung es. Tapi entah kenapa itu seperti berbalik arah? Anis Matta yang menyelamatkan, ia pula yang akhirnya dituduh. Ia ditinggalkan, kader ramai-ramai ke penjara. Balik, seolah-olah dapat intan mutiara. Sedangkan intan mutiara sebenarnya, dibuang. Ia menulis soal syuro, ia pula dicap tak patuh syuro. Terbalik..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *