A huge collection of 3400+ free website templates JAR theme com WP themes and more at the biggest community-driven free web design site
Home / GARBI INDONESIA / Leadership Forum GARBI Bone: Mencari Pemimpin Bernarasi

Leadership Forum GARBI Bone: Mencari Pemimpin Bernarasi

IMG-20181010-WA0097

Leadership Forum GARBI Bone: Mencari Pemimpin Bernarasi

LIPUTANPOLITIK.COM
BONE – GARBI atau Gerakan Arah Baru Bone menyelenggarakan diskusi “Leadership Forum: Mencari Pemimpin Bernarasi” pada Selasa (9/10/18) di Cafe Magaya.

Acara yang dimulai pada pukul 20:00 wita dan berakhir pukul 23:00 itu dipandu langsung oleh Arman, Korda Garbi Bone. Hadir sebagai pengantar diskusi bersama seratusan peserta yakni Taslim Tamang mewakili Garbi Sulsel, Ismail Bachtiar seorang pengusaha muda, dan Aksi Hamzah dari akademisi.

Memulai diskusi, Taslim Tamang atau akrab disapa Bro Tata menjelaskan gambaran singkat tentang Garbi.

IMG-20181010-WA0091

“Garbi adalah gerakan yang tidak terikat oleh organisasi atau partai politik apapun. Hadir untuk menjawab kekosongan narasi kepemimpinan nasional pasca orde baru.

Ada jarak anatara harapan dan kenyataan, langit kita tinggi, tapi kita terbang terlalu rendah. Garbi hadir menyediakan lebih banyak panggung untuk anak muda Indonesia untuk menyuarakan narasi dan idenya untuk memperkecil jarak itu.”

Tata menilai kelemahan gerakan islam selama ini karena perbincangan “Islam” hanya terbatas pada ideologinya.

“Padahal faktanya, masalah yang kita hadapi sekarang lebih kompleks, kita dihadapkan pada ancaman perang sumber daya, misalnya, dan seharusnya di sanalah topik perbincangan gerakan islam.”

Sebagai penutup ia mengajak kepada semua elemen bangsa untuk berkolaborasi, “Garbi menyadari bahwa itu semua tidak dapat diwujudkan oleh Garbi sendiri, maka kolaborasi adalah kata kunci selanjutnya.

Ismail Bachtiar yang juga sebagai caleg DPRD Sulsel, banyak bercerita tentang pengalaman dan idenya terkait peran generasi muda.

Ia mengajak peserta yang hadir untuk terlibat dalam lebih banyak lagi peran-peran kebaikan yang ada. Salah satunya menjadi “Agen Kebaikan”, sebuah gerakan yang ia cetuskan bersama Rektor Institute.

“Sudah saatnya kaum milenial mengambil peran, mengoptimalkan seluruh potensi yang anda dan menghikangkan sekat sekat keorganisasian. Sekecil apapun kebaikan-kebaikan itu, jika diakumulasikan itu akan jadi karya besar.”

Sebagai akademisi, Aksi Hamzah mencoba meninjau makna “pemimpin bernarasi” dari tinjauan berbagai literatur.

Ia kemudian menarik sebuah simpulan bahwa, “pemimpin bernarasi harus mampu menjawab pertanyaan: apa yang sedang terjadi?

Pemimpin bernarasi harus mampu menjelaskan apa yang sudah dia kerjakan, yang sedang ia kerjakan, dan mimpi apa yang akan dia bangun.”

Kemudian ia melontarkan pertanyaan yang cukup menggelitik peserta forum yang didominasi mahasiswa, “Apakah teman-teman yang mengaku aktifis, benar-benar aktifis atau hanya pewaris kegiatan?” lebih lanjut ia bertanya, “apakah Bupati yang sekarang punya narasi atau jangan-jangan yang hadir di forum ini lebih punya narasi?”

Aksi Hamzah juga meninggung sebuah buku berjudul “Gelombang Ketiga Indonesia” anggitan Anis Matta yang menerangkan dengan jelas, tiga gelombang perjalanan bangsa Indonesia. Di buku itu dijelaskan bahwa Indonesia sedang berada pada gelombang ketiga, menjadi salah satu kekuatan dunia

“Anis Matta, melalui buku itu, sedang mengajak semua orang untuk bermimpi tentang sebuah bangsa dan negara yang besar.”

Sebagai penutup sesi pengantarnya, Aksi Hamzah menympulkan, “pemimpin bernarasi harus mampu menjelaskan apa yang sudah dilalui bangsa ini, apa yang sedang terjadi pada bangsa ini, dan menuju kemana arah bangsa ini, mimpi apa yang bangsa ini akan tuju.”/rilis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *