Home / Fahri Hamzah / Roman Revolusi; Soal Fahri Hamzah (18)

Roman Revolusi; Soal Fahri Hamzah (18)

Oleh: Agus Cuprit

Liputanpolitik.com,- Nasional. Masih ingat peristiwa PKS TV yang memotong sesi orasi Fahri Hamzah di acara Malam Munajat 212 lalu? Hanya ada ucap salam dan hamdalah, lalu terputus, dan kembali tersiarkan ketika HRS berdo’a. Padahal orasi FH adalah pemuncak acara, menjadi viral selain puisinya Neno Warisman. Tegas dan lugas berbicara ciri-ciri orang munafiq, dan mendoakan kehancurannya. Entah mengapa dipotong, apa karena kebencian pada FH atau karena takut soal penjelasan karakter munafiqnya, soalnya agak-agak mirip, ada dusta dan ingkar dijelaskan disana.

Ketidakadilan perlakuan terhadap FH ini bukan basa-basi. Hampir disemua aktivitas terjadi, tiap ada FH, ga boleh ada kader PKS, ga boleh juga membaca dan mendengar berita-berita soalan FH. Semua tentangnya hendak dihapus dari sejarah PKS. Tak diakui. Tak sekedar itu, bahkan, siapa saja yang melawan FH seperti dianggap jagoan, dilindungi sedemikian rupa.

Tragedi pemalsuan dokumen Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI atau pemberian informasi palsu tentang sanksi ringan MKD sebagai bagian dari “konspirasi” pemecatan FH salah satunya. Ketua Dewan Syariah Pusat (DSP), Surahman Hidayat, tergeser dari jabatan Ketua MKD dalam peristiwa itu. Cacat moral, tetapi hingga kini masih juga menjabat sebagai ketua DSP dan juga anggota DPR RI. Tak pernah ada sanksi.

Padahal mestinya DPTP bertindak sebagaimana dalam Anggaran Dasar, dengan wewenangnya di pasal 15 ayat (5), huruf g; “menentukan sikap terhadap fitnah, kritik, pengaduan, dan tuduhan yang berkaitan dengan partai dan/atau anggota partai…”, serta pasal 27 ayat (3); “Partai menjatuhkan sanksi berupa sanksi administratif, pembebanan, pemberhentian sementara, penurunan jenjang keanggotaan, dan pemberhentian dari kepengurusan dan/atau keanggotaan atas perbuatan anggota yang melanggar aturan syariah dan/atau organisasi, menodai citra partai, atau perbuatan lain yang bertentangan dengan AD/ART atau peraturan partai lainnya”.

Percuma kader mengelu-elukan Rocky Gerung si penggagas politik Akal Sehat itu, bahkan secara khusus diundang untuk memberi pencerahan di acara partai. Akal sehat seperti tak berfungsi jika berbicara internal jamaah PKS. AJM/LP
Penulia: (Cuprit 9/3)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *