Home / Fahri Hamzah / Roman Revolusi; Soal Fahri Hamzah (19)

Roman Revolusi; Soal Fahri Hamzah (19)

Oleh: Agus Cuprit

Liputanpolitik.com,- Nasional. BPDO dalam Musyawarah Majelis Syuro’ III, memaparkan laporan hanya 2 dari sekitar 26 bidang/badan di DPP PKS yang sesuai dengan syarat di AD/ART. Lalu apa? Bukankah dengan ini telah terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh DPTP karena mengabaikan AD/ART dalam membentuk kepengurusan DPP? Bahkan hingga hari ini, tidak pernah ada proses atas laporan tersebut.

Gajah dipelupuk mata tak nampak? Tak ada satupun dari unsur DPTP yang diganti atau dipecat. BPDO seakan memang lebih suka mentarget Fahri Hamzah dan lainnya yang disebut bagian dari anasir kelompok Anis Matta daripada menindaklanjuti temuannya sendiri. Betul, temuannya, artinya data yang dimiliki BPDO mesti lebih lengkap, unsur-unsur pelanggaran terhadap AD/ART terpenuhi karena telah dilaporkan ke majelis syuro’

Contoh lain yang paling gampang, Pipin Sopian, misalnya, “kader muda” PKS ini apakah telah menjadi kader ahli? Karena dalam berbagai kesempatan disebut sebagai ketua departemen politik DPP, padahal untuk jabatan tersebut, dalam pasal 27 ayat (1) huruf b ART perihal DPP, berbunyi:
(1) Persyaratan khusus:
b. Untuk jabatan ketua departemen sekurang-kurangnya Anggota Ahli.

Maka tak salah jika perlawanan FH lebih tepat disebut sebagai simbol, memang membuat kalangkabut, mengubah banyak rencana-rencana. Namanya juga kedzoliman, atas alibi apapun, pasti ada masanya terbongkar. FH membongkar hal itu. Apa yang selama ini disembunyikan di akar rumput kader PKS, terbuka terang. Ada ketidakwajaran yang dilakukan oknum pimpinan partai? Terdapat perlakuan yang berbeda, aturan partai hanya berlaku untuk menghukum FH dan orang-orang yang dianggap berbeda dengan pemangku jabatan itu.

Gerakan pembelaan pada FH muncul dan selanjutnya berkembang karena menemukan akal sehatnya, telah banyak kejanggalan, ketidakadilan. Tidak hanya soal proses pemecatan FH, tetapi juga dalam pelanggaran AD/ART yang dilakukan pimpinan partai. Karena tak mampu menjawab gelombang perlawanan ini, keluar doktrin taat-tsiqoh, banyak dalil-dalil yang menakutkan dan cenderung tidak pada tempatnya, setiap kader ditandai; hijau, kuning, merah, ada OSAN dan OSIN. Terjadilah pembelahan. AJM/RedLP.
Sumber: (Cuprit 10/3)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *