A huge collection of 3400+ free website templates JAR theme com WP themes and more at the biggest community-driven free web design site
Home / Fahri Hamzah / Roman Revolusi; Soal Fahri Hamzah (20)

Roman Revolusi; Soal Fahri Hamzah (20)

Oleh: Agus Cuprit

Liputanpolitik.com,- Nasional. Fahri Hamzah yang selalu dituduh melanggar aturan, gila jabatan dan kekuasaan. Tetapi tak ada aturan yang dilanggarnya. FH menang. Disisi lain, Pipin Sopian ternyata baru naik jenjang ahli pasca tantangan mubahalah ke FH beberapa waktu lalu, begitu info yang saya terima, yang itu berarti, sebelumnya ia telah melanggar AD/ART saat menjabat di struktur DPP? Entah mana yang benar satu, siapa yang dapat disebut the right man in the right place? Jangan pula dibandingkan kecapakan narasi diantara keduanya, apalagi soal tantangan mubahalahnya itu, jauh levelnya.

Ada kisah yang lain, ketua kaderisasi DPP, Amang Syafruddin. Lebih seru, tepatnya lebih penting, karena kaderisasi merupakan jantung gerakan. Apa yang dipompa darinya, begitulah yang akan menjalar memenuhi ruang tubuh dakwah PKS. Sebelum-sebelumnya, ia tak pernah berada dalam bidang kaderisasi DPP, bidang lain iya.

Entah apa pertimbangannya tiba-tiba menjadi ketua kaderisasi. Hasilnya? Kata kawan-kawan sih beda, kalau tidak mau dianggap menurun kualitasnya. Jadinya sempat ada isu, lambatnya tarbiyah karena tuduhan pengurus lama menyimpan manhaj terbaru, ini fitnah, saya tahu tidak demikian yang terjadi. Padahal ruh pergerakan dimulai dari kontinyuitas pengkaderan. Kalau ukuran pengelola struktur kota/kabupaten atau provinsi sih tidak mengapa jika diisi oleh orang yang tak pernah bersinggungan dengan bidang yang sama sebelumnya. Tetapi ini DPP, mengapa?

Sedang para mantan ketua kaderisasi sejak partai berdiri, seperti; Mahfudz Siddiq (1999-2005), Ahmad Zainuddin (2005-2010), dan Musyafa’ Ahmad Rahim (2010-2015), justru lebih memilih bersama Anis Matta dan FH. Bahkan ketiganya sering disebut sebagai bagian dari 9 samurai-nya AM, orang-orang terdekat. Dan kiranya ini tak sekedar dekat dalam artian ikatan emosional, lebih dari itu, kesamaan ide dan gagasan perjuangan. Tentu aneh kalau orang-orang yang paling paham bagaimana pola dan pembentukan kader di partai, kesemuanya bisa serentak dalam gerbong yang sama?

Satu hal yang sudah pasti, saat ini mereka sedang sibuk membangun dan menata ulang perjuangan yang dicita-citakan yang tak bisa dilakukan di PKS. AJM/RedLP.
Penulis: (Cuprit 11/3)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *