Home / Fahri Hamzah / Roman Revolusi: Soal Fahri Hamzah (38)

Roman Revolusi: Soal Fahri Hamzah (38)

Oleh: Agus Cuprit

Liputanpolitik.com,- Nasional. Skenario pengkondisian baik itu melalui komposisi Anggota Majelis Syuro’ maupun dukungan suara menjelang sidang Majelis Syuro’ 1 di 2015 lalu rapi terrencana, dan kelihatannya melibatkan orang-orang besar di partai. Targetnya sudah jelas, asal bukan Anis Matta. Kesumat yang tak jelas apa dasarnya. Jika bersua, semua saling menyapa, tetapi menjegal dibelakang tetap berlaku juga. Sepertinya semua yang berbau Anis Matta harus dibersihkan dari partai.

Ridwan Thalib menemukan fakta lainnya, ia yakin, bahwa apa yang dianggapnya basa-basi untuk tidak memilih Anis Matta yang disampaikan oleh si pejabat negara itu, makin mendekati kebenarannya. Ini serius. AM seperti menjadi musuh. Tetapi mengapa tak terbuka saja? Jika ia memang salah, sidang Majelis Syuro’ adalah tempat penghakimannya, tabayyun. Gerakan pengkondisian secara diam-diam itu mengerikan dampaknya, Keluar dari tabiat dakwah yang RT pahami selama ini. Sesama saudara seperjuangan, berlaku seperti musuh dalam selimut, menggunting dalam lipatan.

Ada pejabat negara dari PKS yang lainnya (sebut; P2), lebih tepatnya mantan, karena peristiwanya terjadi saat menjelang sidang Majelis Syuro’ 2015 lalu, memasuki kamar RT. Saat itu RT di kamar mandi, ia sekamar dengan Maddu Mallu (MM), AMS perwakilan Papua. P2 ini bukan menemui RT, ia justru terkaget saat melihat RT keluar dari kamar mandi. Salah tingkah. Maka diajaklah MM keluar, sekitar 15 menit, lalu MM kembali ke kamar, sendirian. Kepada RT, MM bercerita, intinya, ia dibujuk untuk memilih calon tertentu.

RT menduga, P2 tadi berani menemui dan membujuk MM, karena MM ini pernah dekat dengan P2 selama berada di negeri sakura. RT merasa bahwa ini sama seperti yang dihadapinya lalu, dibujuk untuk memilih kandidat tertentu.

RT juga semakin dibikin kaget, rupanya tak hanya 2 mantan pejabat negara yang langsung turun tangan, tak habis pikir sama sekali, bahkan Sujiat juga dirayu dan dibujuk oleh mantan pejabat negara yang lain lagi untuk mendukung calon tertentu menjelang sidang Majelis Syuro’. (Cuprit 29/3). AJM/RedLP.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *