Home / Fahri Hamzah / Roman Revolusi; Soal Fahri Hamzah (42)

Roman Revolusi; Soal Fahri Hamzah (42)

Oleh: Agus Cuprit

Liputanpolitik.com,- Nasional. Sekitar Juli 2015, sebelum Musyawarah Majelis Syuro’ 1 dilaksanakan, seorang kawan Anis Matta di Banjarmasin sedang menjemput istri petinggi partai, dalam perjalanan, si istri itu bilang bahwa sebentar lagi AM dan orang-orangnya akan dibersihkan. Lain pula yang dilakukan suaminya. Petinggi partai itu kedapatan berbicara dalam telepon oleh seorang mantan sekretaris KAMMI, “sudah saya katakan harus dibersihkan sampai akar-akarnya, itu juga.. DPW Kaltim kita juga kecolongan”, sekitar awal Oktober 2015.

Awal September 2015, seorang purnawirawan Jenderal menyampaikan ke Ahmad Riyaldi, teman AM, bahwa sebentar lagi Fahri Hamzah akan diganti dari pimpinan DPR RI. Masih di September itu, orang dekat pimpinan partai yang baru mengatakan pada Navis Murbiyanto, “Ust Musyafa tidak lagi menjadi ketua Kaderisasi karena ada pembersihan”. Orang dekat ini juga bilang ke Junef Ismaliyanto, ” ust Zain (Ahmad Zainuddin) tidak lagi menjadi ketua BPU”.

Banyak Anggota Majelis Syuro’ yang awalnya menganggap bahwa pergantian AM, hasil MMS 1 adalah hal biasa, sebagaimana pergantian presiden partai sebelum-sebelumnya, tak menyangka jika berlanjut pada penyingkiran orang-orang yang dianggap sebagai bagian dari AM. Tapi terlambat, skenario penyingkiran kadung berlaku. Tak terbendung.

Untungnya FH melawan. Ini menyadarkan semua orang. Yang tak tahu jadi tahu, yang awalnya acuh jadi peduli, yang dulunya diam lalu ikut bereaksi. Fakta satu demi satu terkuak. Yang bohong, yang culas, yang melanggar aturan terbongkar. Tak terelak terjadi pembelahan hingga hari ini, bukan satu-dua, terjadi diseluruh daerah.

Kini mulai banyak yang berani berbicara dan menulis, membuka ke publik tentang apa yang selama ini terjadi diinternal jamaah partai. Pembelahan ini bukan soal manhaj dan fikrah gerakan, bukan persoalan dakwah. Ini hal lain.
.
Yang benar akan langgeng, yang menipu tak akan lama. Doktrinasi tak akan mampu membendung manusia untuk mencari tahu. Tekanan tak menyurutkan orang untuk bicara dan menulis. Ijinkan saya akhirkan serial ini, karena telah banyak yang bersuara membeber fakta dan data. Selamat berfikir, selamat berpihak. (Cuprit 2/4). AJM/RedLP.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *