A huge collection of 3400+ free website templates JAR theme com WP themes and more at the biggest community-driven free web design site
Home / Politik / Soal PKS : uang 30 milyar

Soal PKS : uang 30 milyar

30 Miliar
serial : Erizal Sastra
LIPUTANPOLITIK. COM
Fahri Hamzah, tak jadi nangis bombai. Ia bersyukur, Alhamdulillah. Mungkin juga sujud. Lalu khusyuk menengadahkan tangan berdoa, mengusap muka dalam-dalam, bangkit, tersenyum tipis, betul-betul tipis hingga tak terlihat. Rendah hati, tawaduk, mungkin juga terharu, lalu diam.

FB_IMG_1532818029287

Ia telah memenangkan perang niat baik. Rumor, stempel, dan mungkin juga fitnah, gugur seketika atau mungkin juga tidak. Bekasnya tetap ada, walau cuma niat. Semua tindakan berawal dari niat dan pasti membekas. Nangis bombai yang dialamatkan kepada Fahri ternyata tak terjadi.

Itu bentuk dari arogansi. Sadar maupun tidak. Kalah di Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi, dalam gugatan terhadap pemecatan Fahri Hamzah, masak dikatakan, akan nangis bombai di MA? Tapi, saat MA kembali memenangkan, Kuasa Hukum DPP PKS itu justru terheran-heran.

Heran tak sekadar heran, kosong, tapi penuh muatan. Muatan apa saja. Bisa tuduhan, atau ketidakpercayaan atau kecurigaan. Hukum bermain, tangan-tangan negara terlibat, pokoknya apa saja yang dianggap cocok. Kejanggalan, dirangkai. Nangis bombai dilupakan, tapi orang tak lupa.

Fahri Hamzah mungkin tak akan diterima lagi. Pintu sudah tertutup. Dikunci rapat. Kunci dibuang ke laut. Digulung gelombang entah kemana? Ia dianggap masa lalu. Masa kini dan masa depan, ya seperti dia itulah. Entah seperti apa masa kini dan masa depan dengan orang seperti itu?

Hukum organisasi (partai, jamaah) berada di atas hukum negara. Pemikiran ini berbahaya. Ekstrem kanan. Islam dan negara seperti belum berdamai. Padahal perjalanan sudah sejauh entah.

Peninjauan Kembali akan dilayangkan, Alhamdulillah. Tapi tak bisa menghalang-halangi eksekusi putusan kasasi MA. Cerita islah, sepertinya sudah berakhir. Islah pura-pura, berkali-kali ditempuh. Tapi yang namanya pura-pura, ya tidak terwujud. Kini, yang terbayang uang 30 miliar.

Konon, tuntutannya 500 miliar. Tapi hakim hanya mengabulkan 30 miliar. Lumayan juga. Tak ayal, Fahri Hamzah banyak digoda soal ini. “Bagi-bagi, Bang. Makan-makan.” Dan lain-lain. Sejak awal, Fahri mengatakan tak akan mengambil bagian. Semua buat kader PKS. Siapa saja itu?

Usai pemecatan, Fahri punya pendukungnya sendiri. Dari kalangan kader simpatisan PKS maupun kalangan luar. Semua ingin mencicipi 30 miliar itu. Iya, dong? Fahri hanya butuh waktu sekitar 30 menit buat menjelaskan kasusnya. Cerita sebenarnya, posisinya, niatnya, dan apa yang diperjuangkan? Biasanya, orang yang mendengar langsung terpengaruh, dan menjadi pendukung.

Tapi, pihak pemecat hanya membutuhkan waktu sekitar 3 detik untuk menjelaskan bahwa Fahri bersalah. Jauhi Fahri, taat dan tsiqoh, dan jangan percaya media, kecuali dari kita. Malah di Aceh, ada suruan keluar dari semua group media sosial, yang tak ada kaitan dengan pemenangan.

Terbayang, memang tak mudah perjuangan Fahri Hamzah, termasuk para pendukungnya, hingga sampai di sini. Maka, uang 30 miliar bisa sebagai hiburan. Tapi, bagaimana mendapatkan uang itu? Uang itu nyata atau sekadar ilusi? Bila nyata, uang itu diperoleh dengan cara patungan (Galibu), sudah pasti Fahri dan para pendukungnya juga tak tega memakannya. Lalu, bagaimana?

Uang 30 miliar itu bukan uang kecil. Dibelikan kerupuk kuah, satu republik seketika bisa kebanjiran kerupuk kuah. Sudah ada yang mengusulkan, supaya Fahri Hamzah mengajukan surat sita aset pada pengadilan sebagai pengganti. Bukan aset partai, tapi aset elit partai yang dianggap sudah merugikannya. Apakah bisa? Entahlah. Saya sejarawan, bukan ahli hukum. Hehehe….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *