A huge collection of 3400+ free website templates JAR theme com WP themes and more at the biggest community-driven free web design site
Home / Anis matta / Wawasan Ijtihad Politik Menuju Arah Baru Indonesia.

Wawasan Ijtihad Politik Menuju Arah Baru Indonesia.

Wawasan Ijtihad Politik Menuju Arah Baru Indonesia.

LIPUTANPOLITIK.COM
Di Bahrain, Ikhwanul Muslimin bekerjasama dengan salafi dalam politik untuk mengimbangi syiah.

Di Kuwait, Ikhwanul Muslimin bekerjasama dengan salafi untuk mengimbangi syiah dan sekuler.

Di Iran, Jamaah Dakwah wal Ishlah bekerjasama dengan salafi untuk mengimbangi syiah. Salafi disini yang kita maksud adalah salafi reformis bukan salafi literalis model salafi indonesia.

Di Pakistan, Ikhwanul Muslimin berkerjasama dengan jamaah islamiyah bentukan Abul A’la Al Maududi demi kebaikan politik pakistan.

Di Turki, Sebelum Erbakan datang, tidak ada ikhwanul muslimin resmi disana, namun ikhwanul muslimin bekerjasama dengan jamaah Nursiyah bentukan Badiyuzzaman Said Nursi, Nursi dan Al Banna sudah ibarat kakak beradik.

Setelah mengalami banyak dinamika dan ganti nama selama 5 kali di Turki sejak zaman Erbakan, mulai dari Milli Nizhom Parti(MNP) sampai ke Saadet Parti(SP).

Erdogan dkk akhirnya memutuskan mendirikan partai baru AK Parti, yang sampai saat ini telah berkuasa kurang lebih 16 tahun disana dan sukses menjadikan turki salah satu kekuatan dunia, versi Global Rank, posisi Turki saat ini no 6 di dunia.

FB_IMG_15390148339819FB_IMG_1539054484879

Di Irak, Hizbul Islam Irak bekerjasma dengan Al Ittihad al islami al kurdistani haluan politik kurdi untuk mengimbangi kekuatan syiah blok Al maliki, Al abadi dan Talabani.

Di Yaman, Ikhwanul muslimin terpaksa bekerjasama dengan koalisi arab saudi dalam menghadapi syiah Houthi, bukan karena Saudi baik, tapi ini soal pilihan politik sesuai realitas lapangan.

Di Tunisia, Partai an nahdhah dalam muktamar ke 10 nya meralat beberapa platform perjuangannya, memisahka dakwah dengan politik karena kebutuhan medan, maklum, 24 tahun tunisia dibawah kekuasaan sekuler yang korup dan rusak parah.

Di Palestina, Partai Hamas juga melakukan banyak pembaharuan, salah satunya adalah mengubah AD/ART partai dan menuatakan bahwa Hamas bukanlah cabang Ikhwanul Muslimin dunia, walaupun kita tau bahwa semua tokoh Hamas mulai dari Syeikh Ahmad Yasin sampai Ismail Haniyah adalah ikhwan Minded. Ini sekali lagi soal ijtihad dan soal fikih waqi’ juga fikih strategi dakwah.

Di Maroko, terjadi banyak perubahan ijtihad juga dalam politik, dulu maroko terkenal dengan monarki absolut berwarna islam, tapi pasca 2011 maroko pelan tapi pasti masuk ke rel yang lebih moderat, bahkan PM maroko sekarang di angkat dari kalangan islam politik arah baru setelah raja muhammad memecat PM arah lama yang kaku dan tidak progresif.

FB_IMG_1538792403846

Di Libya, Pasca Qaddafi lengser, kekuatan politik disana masih didominasi oleh kalangan sekuler Blok Mahmoud Jibril dkk, Ikhwan di libya dibawah Muhammad Sawan hanya punya 17 kursi pada pemilu pertama pasca qadafi lengser, jumlah kursi parlemen Libya adalah 200 kursi.

Di Lebanon misalkan, partai islam model partai keadilan mesir hanya dapat 1 kursi parlemen dari total 128 kursi parlemen Lebanon. Dan memang kondisi lebanon gak kondusif untuk itu apalagi jika praktek politik islam disana terlalu kaku dalam menyikapi dinamika politik yang mash dikuasai mayoritas syiah disana.

Di Mesir sendiri, akan sangat sulit bangkit dalam waktu dekat dan menengah, kehancuran dakwah politik di mesir pasca Mursi lengser itu sangat parah, bahkan terburuk sejak tahun 1928, ini harus jadi pelajaran berharga bagi semua umat islam.

Di Suriah juga begitu, disana terjadi kegagalan pengkaderan, ditambah lagi dengan kondisi geopolitik disana yang 7 tahun terkahir memang sangat hancur hancuran, di Suriah, Para pemimpin ikhwan saat ini yang ada mayoritas berusia diatas 60 tahun, selebihnya tidak ada generasi muda yang sudah siap memikul beban.

Di Oman Ikhwanul Muslimin secara de facto dan de jure nya tidak ada, hanya ada gerakan yang mirip mirip dengan inhwan tapi itupun sudah bubar 15 tahun lalu, maklum karena islam sunni di oman hanya 15% selebihnya Masyarakat Oman memeluk kepercayaan Ibadhiyah.

Dari seluruh model ijtihad politik yang ada di negara negara islam, baik yang saya sebutkan disini maupun yang tidak saya sebutkan disini, model ijtihad yang lebih mendekati ideal sesuai dengan zaman saat ini adalah model AK Parti nya Turki, Model An Nahdhah Tunisia, dan Model FJD nya Maroko.

Telalu dinamis nya politik di dunia islam, dan terlalu besar masalah yang dihadapi kedepan, maka seharusnya ijtihad kita harus semakin gigih dan kuat, bukan adu urat saraf dan adu materai. Bukan adu otot dan adu ego, kita ketinggalan terlalu jauh kalau masih mikir sempit dengan mengandalkan wawasan sempit.

Apalagi pasca Arab Spring 2011, terlalu banyak perubahan ijtihad politik di dunia islam yang tidak cukup space ditulis sekaligus dalam sebuah tulisan ini. Kesimpulan singkatnya, bahwa islam politik itu terus bergerak maju dan terus berijtihad, tinggal sesuaikan saja dengan kondisi negara negara dimana kita berijtihad, karena secara struktur tidak terikat hanya terikat secara pemikiran dan ideologis.

Ijtihad politik itu terus berlangsung, tidak stagnan dan kaku, kalau dengan salafi saja diluar sana bosa saling bekerasama, kenapa ada ikhwan yang sesama ikhwannya saja saling sikut, saling usir dan saling pecat? Ada masalah besar disana yang lebih didominasi oleh egoisme pribadi buka sekedar soal ideologi, itu hanya make up dan basa basi.

Orang orang yang tidak siap bergerak karena keterbatasan ilmu dan pengetahuan, keterbatasn sumber daya dll, biasanya mereka akan mencari 1000 alasan untuk tidak mau berubah untuk menutupi kelemahannya tersebut.

Mereka yang cenderung stagnan dan mungkin malas mikir gak akan mau bersusah payah menemukan puncak puncak yang baru yang lebih tinggi dan udara lebih segar, ini yang harus kita hindari.

Kita wajib terus melangkah, menemukan puncak puncak baru, beradaptasi dengan semua kalangan, membuka diri dengan seluas luasnya, mencari solusi politik, sosial dll atas semua masalah rakyat indonesia, dan tidak terjebak pada pemikiran sempit yang justru akan mematikan gerak kita semua.

Indonesia adalah salah satu negara besar, dan negara muslim terbesar di dunia, kita harus memikirkan masa depan bangsa ini 50 tahun mendatang bahkan lebih, 50 tahun kedepan, perkiraan jumlah penduduk Indonesia mencapai 500-700 juta jiwa.

Jangan sampai kita terjebak pada pola pikir stagnan dan ruang ruang sempit yang mengkerdilkan kita didepan rakyat dan didepan umat islam di negeri ini. Jangan sampai emosi mengalahkan akal sehat kita, jangan sampai fakta dan data fikih realitas lapangan harus kalah dengan ego ego sempit kita.

Karena Saat akal sehat dan rasionalitas kita kalah dengan ego ego sempit kita, maka gerakan kita akan destruktif dan merusak, begitu kata pakar politik Inggris David Bohm.

Tengku Zulkifli Usman.
Analis GeoPolitik Dunia Islam Internasional..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *